Daisypath Happy Birthday tickers

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers

Mengenai Saya

My Photo
Aku ya aku.. Hanya menulis disaat ingin menulis..

Friday, 30 December 2011

Relationship with a lie

Saya mau cerita mengeni curhatan salah satu temen saya, atau mungkin beberapa teman saya karena kasusnya serupa. Ini cuma cerita ya. Jangan terlalu dihayati oke. Bagi yang merasa tenang aja, selow, ga akan dipublish ko namanya.
Kenapa seseorang harus memiliki perasaan berbeda pada pasangannya? Kenapa seseorang serakah ingin memiliki secara utuh perasaan pasangannya (sampai-sampai pergi jalan sama temennya aja ga boleh)? Menganga seseorang naif akan perasaan dirinya sendiri? Kenapa seseorang senang menyakiti perasaan lawan jenisnya? (selingkuh misalnya). Mengapa seseorang tidak peka akan perasaan pasangannya? (pengen diajak nonton malah cuek). Mengapa seseorang senang membohongi dirinya sendiri bahkan pasangannya yang "katanya" sih dia sayangi? (bilangnya nganter temen beli DVD ga taunya nonton bioskop bareng temen-temen seganknya). WHY and WHY?

Ga semua masalah pasangan dapat diatasi semudah membalikkan telapak tangan. Orang yang dirasakan kita paling dekat malah memiliki hubungan konflik yang paling banyak. Contohnya saja apabila kita memiliki pasangan misalnya pacar, suami istri malah memiliki konflik paling banyak dibandingkan kita dengan teman kita karena adanya faktor keterikatan satu sama lainnya yang menjadikan hubungan kita lebih intim. Setelah kita memiliki suatu hubungan maka timbullah yang namanya komitmen dalam hubungan. Suatu komitmen menjadi landasan dalam tanggung jawab kita ketika menjalin suatu hubungan, namun masalah akan timbul apabila sudah ada ketidakpercayaan (dimulai dari suatu kebohongan kecil yang lama-lama menjadi kebiasaan).

Mengapa setiap pasangan senang melakukan suatu kebohongan? Karena saat jujur pasangan kita malah marah, malah melarang, malah ini, malah itu dan urusan menjadi ribet. Misalnya saja saat ingin pergi nonton sama temen-temen satu gank, namun tidak ingin membawa serta pasangan kita. Hal ini akan berdampak pada alasan untuk tidak membawa serta pasangan kita itu apa. Jujur salah karena pikiran negatif dari pasangan kita akan hinggap di pikirannya sedangkan bohong pun menjadi pilihan terbaik saat itu. Sekali berbohong kita akan kecanduan dan menjadi penyakit dalam suatu relationship.

Tantangan dalam menjalin suatu hubungan adalah membangun suatu kepercayaan dan intimacy. Hal ini yang penting dalam suatu hubungan. Apabila sudah tidak adanya suatu kepercayaan akan mendatangkan negatif thinking dalam hubungan. Intimacy pun penting karena akan membangun suatu keterikatan lebih dalam hubungan, caranya adalah sentuhan fisik dan dialog intim (percakapan dan sarat keterbukaan dan kata-kata mesra) menurut kultwit dosen saya sih ini. Mungkin gombalan pun perlu sebagai bumbu-bumbu dalam membangun intimacy. Bagi pasangan yang satu kota mungkin mudah dalam intimacy, namun pasangan yang beda kota bahkan beda negara lebih ke arah kepercayaannya yang harus diperkuat karena dalam hal intimacy mereka akan sulit karena tidak dapat bertemu dalam waktu-waktu tertentu.

Back to the topic.

Ada cerita, teman saya katakan saja namanya Lala dia memiliki hubungan special dengan teman satu kampusnya, namun pacarnya tidak tau karena mereka berbeda negara. Bisa dikatakan cinlok atau cinta lokasi sehingga mereka memutuskan untuk berselingkuh. Perselingkuhan terjadi karena adanya intimacy diantara mereka namun kepercayaan mereka akan minim sekali karena hubungan mereka diawali dengan perselingkuhan. Kebohongan akan terus ada di dalam hubungan mereka. 

Cerita lain, teman saya katakan saja Toni dia memiliki TTMan dalam satu kantornya. Mereka tidak berpacaran karena di perusahaan perbankan tidak diperbolehkan memiliki hubungan satu kantor. Oleh karena itu mereka hanya dekat namun tidak adanya status berpacaran. Hubungan terus berlanjut, sampai satu kantor merasa ada yang ganjal dengan hubungan mereka. Tapi mereka tetap tidak mengakui hubungan mereka. Kebohongan terjadi dalam diri mereka sendiri dan membohongi pihak kantor. Bahkan menjadi tidak jelas pada hubungan mereka, namun kebohongan menjadi lebih dalam ketika si pria ingin jalan dengan teman wanita lainnya dan menjadi berbohong pada pasangannya, begitupun sebaliknya. Sungguh Absurb.

Cerita lain, teman saya katakan saja Tia, dia akan menikah 3 bulan lagi, semua persiapan sudah selesai, namun dia cinlok dengan satu teman kantornya dan pasangannya pun merasa aneh dengan kedekatan Tia dan temannya ini. 3 bulan akan menikah Tia malah menjadikan hubungan dengan selingkuhannya ini dan resmi berpacaran (gila). Tambah gila lagi Tia bilang pada calon suaminya ini bahwa selingkuhannya tersebut adalah GAY. Ide brilian dari mana itu??? atau ide stupid yang saya pernah dengar. Lebih stupidnya lagi calon suaminya itu dengan mudahnya percaya akan cerita-cerita Tia. Yah sudahlah, pasangan aneh. Kebohongan terus berlanjut sampai sekarang, dan entahlah bagaimana nasib pernikahan mereka.

Mengapa banyak kasus kebohongan yang hadir dalam suatu hubungan, apakah tidak berpikir akan dampaknya yang malah akan menyakiti diri sendiri dan pasangan kita? Saat kita akan melakukan suatu kebohongan, coba posisikan kita sebagai orang yang akan menerima kebohongan tersebut. Apakah enak, nyaman, dan senangkah dibohongi? jawabannya pasti saja tidak, oleh karena itu Think before doing. 

Hidup kadang naik dan kadang turun. Sama halnya dalam hubungan kadang banyak masalah, kadang laris manis banyak yang deketin, kadang sepi kaya di kuburan krik krik, namun tidak semua perubahan hidup itu selalu ke arah negatif. Cobalah berpikir ke arah positif, tidak perlu berpikir secara canggih, pintar, kompleks namun sekali-kali berpikirlah sederhana yang tidak hanya diketahui oleh para ilmuan dan salah. Contohnya adalah berpikir "Hidup ini hanya satu kali", menurut saya ini teori yang kurang tepat karena hidup itu dua kali, tidak ada kalimat yang hebat disitu, dan tidak ada teori yang melatar belakanginya. Tapi jika kita berhasil menggunakannya untuk mengantisipasi munculnya suatu kesalahan yang kita perbuat maka change your life. Kesalahan besar dapat dimaafkan selama ada niat untuk merubahnya dan kamu lakukan itu. Berenti deh ngebohongi diri sendiri bahkan ngebohongin pasangan kamu karena ini akan menjadi suatu penyakit yang akan tertanam pada diri kamu. 

Ahhh... all these lies are enough to me.....
Saya ga suka dibohongi, maka dari itu jangan boongin saya ya :)


Elska,
V




0 comments:

Post a Comment