Monita "selingkuh"
Meskipun terasa manis,
Tetapi kita harus akhiri,
Meskipun terasa indah,
Selingkuh tak membawa bahagia..
Jika tidak memiliki status dan jelas-jelas memiliki pasangan lain, apakah hal tersebut dinamakan selingkuh?
Sulit dipercaya, omongan sama kenyataan berbeda. Semua berbalik, semua kembali, karma itu ada.
Diluar konteks adanya status atau tidak, yang namanya selingkuh itu ga enak, ketika lo memilih selingkuhan lo dibandingkan pasangan pertama lo, hal tersebut tidak akan membawa kelancaran dalam hubungan kalian karena kalian diawali dengan ketidakjujuran, dan dapat saja terjadi ketika kalian menjalin hubungan tersebut akan muncul dugaan-dugaan yang mengarah pada konteks ketidakpercayaan.
"dulu aja selingkuh, pasti bisa kembali selingkuh"
Muncullah pikiran-pikiran negatif yang akan merusak hubungan yang sehat.
Fenomena selingkuh ini sudah menjadi makanan sehari-hari, apalagi di kota Jakarta. Tapi orang-orang yang berselingkuh tidak sadar akan dampak-dampak yang mereka dapatkan. Mereka akan membuang waktu, pikiran dan tenaga. Ada yang mereka dapatkan namun banyak hal yang akan mereka korbankan.
Memang sih ketika lo berselingkuh, lo akan mendapatkan kepuasan lebih, ketika yang satu ga bisa lo bisa mendapatkan di selingkuhan lo, istilahnya lo punya ban serepnya lah ketika ban lo rusak. Lo akan meminimalisir rasa sakit ketika lo disakiti oleh pasangan lo karena lo punya cadangan.
Pada dasarnya, alasan-alasan orang berselingkuh itu macem-macem. Gw survei sama beberapa orang temen gw dan menurut pengalaman mereka yaitu :
1. Bosan dan kejenuhan
2. Adanya ketidak puasan akan pasangan
3. Marah akan pasangan
4. Pasangan banyak menuntut
5. Perbedaan jarak tempat tinggal yang cukup jauh sehingga kuantitas pertemuan pun jarang
6. Adanya faktor dimana ingin membuat pasangan jealous
7. Sexualitas yang tidak di dapat
8. Janji-janji yang lebih menjanjikan dari pasangan sebelumnya
9. Kenyamanan yang lebih didapatkan dari selingkuhan
10. Masa depan yang lebih menjanjikan dari selingkuhan
11. Dapat menjadi diri sendiri ketika bersama selingkuhan
12. Dan lain-lain
Namun, disamping itu hal lain yang merugikan adalah :
1. Adanya ketakutan apabila ketahuan pasangan, setiap waktu mencek dimana keberadaan pasangan, apabila ada telf langsung merasa tidak nyaman karena takut selingkuhan yang menelf, ketika selingkuhan menelf langsung pindah ke tempat lain dengan alasan tidak terdengar atau orang tua yang menelf.
2. Kerahasiaan harus terisolasi, ketika akan bertemu selingkuhan di tempat ramai malah menjadi tidak nyaman, jalan diburu-buru, tidak berani berdekatan, bahkan pandangan tidak berani ke arah depan. Pandangan akan cenderung ke arah bawah atau ke arah sekeliling untuk melihat keadaan.
3. Akan adanya pergelutan emosi yang bermain ketika lo selingkuh. Setiap waktu akan berpikir negatif tentang pasangan lo, tentang selingkuhan lo, tentang rasa berdosa lo, tentang waktu-waktu lo yang akan terbuang pecuma saat lo berselingkuh karena indahnya hanya sementara.
4. Ketika lo berselingkuh, lo ga akan bisa sebebas dulu, jadwal harus dapat dibagi-bagi, tujuan pun belum ada yang pasti, sehingga pada akhirnya akan memberikan dampak bahwa prioritasnya bukanlah menjadi pasangan yang pertama melainkan hanya sebagai selingkuhan yang menjadi prioritas terakhir.
5. Perusakan Citra, ketika sudah dicap sekali berselingkuh makan ketika lo berubahpun ga akan ada yang percaya. Sekali buaya tetep akan berkulit buaya.
6. Pada akhirnya, yang didapat adalah kepahitan, sakit hati, merasa dikhianati, kebergantungan yang berdampak kegalauan.
Be Realistic and Objective.
Ketika lo ga bisa melanjutkan hubungan lo dengan pasangan maka stop it. Lebih baik putus dan mencari yang lain dibandingkan coba-coba dengan yang lain namun menyakiti pasangan lo. Ga enak loh rasanya ketika lo menjadi orang yang diselingkuhin. Ketika lo udah percaya sama seseorang namun disalahgunakan dengan alasan yang tidak masuk akal. Bagaimanapun sebagai wanita yang lebih memakai emosinya akan sulit ketika sudah bergantung sama pasangannya, sekalipun itu selingkuhannya. Sedangkan untuk pria akan lebih mudah dalam memutuskan hubungannya dengan selingkuhannya karena pria tidak melibatkan peran emosi lebih dalam dibandingkan wanita. Ibaratnya, wanita akan nangis bombay selama 3 hari 3 malam, sedangkan pria akan terlihat baik-baik saja walaupun ditangan sudah habis 3 bungkus rokok.
Hati-hati dalam bertindak dan bertingkah laku karena apa yang lo tampilkan mencerminkan kepribadian lo, dan waktu tidak akan kembali berputar. Jangan sampai menyesal memilih orang yang tidak tepat. Ketika lo masih muda, dan ingin mencoba selingkuh its oke. Tapi akan menjadi suatu kebiasaan dan lo akan menikmati perselingkuhan itu. Ketika tidak ketahuan dan itu menjadi suatu keberuntungan lo karena lancar dalam berselingkuh. Namun hati-hati jika hal ini akan terbawa saat lo sudah berumah tangga. Karena masalah akan lebih kompleks dan tidak selayaknya pacaran yang masih bisa putus. Menikah bukan untuk bercerai kan?
Ps : Jangan menyakiti jika tidak ingin disakiti
Elska,
V
"dulu aja selingkuh, pasti bisa kembali selingkuh"
Muncullah pikiran-pikiran negatif yang akan merusak hubungan yang sehat.
Fenomena selingkuh ini sudah menjadi makanan sehari-hari, apalagi di kota Jakarta. Tapi orang-orang yang berselingkuh tidak sadar akan dampak-dampak yang mereka dapatkan. Mereka akan membuang waktu, pikiran dan tenaga. Ada yang mereka dapatkan namun banyak hal yang akan mereka korbankan.
Memang sih ketika lo berselingkuh, lo akan mendapatkan kepuasan lebih, ketika yang satu ga bisa lo bisa mendapatkan di selingkuhan lo, istilahnya lo punya ban serepnya lah ketika ban lo rusak. Lo akan meminimalisir rasa sakit ketika lo disakiti oleh pasangan lo karena lo punya cadangan.
Pada dasarnya, alasan-alasan orang berselingkuh itu macem-macem. Gw survei sama beberapa orang temen gw dan menurut pengalaman mereka yaitu :
1. Bosan dan kejenuhan
2. Adanya ketidak puasan akan pasangan
3. Marah akan pasangan
4. Pasangan banyak menuntut
5. Perbedaan jarak tempat tinggal yang cukup jauh sehingga kuantitas pertemuan pun jarang
6. Adanya faktor dimana ingin membuat pasangan jealous
7. Sexualitas yang tidak di dapat
8. Janji-janji yang lebih menjanjikan dari pasangan sebelumnya
9. Kenyamanan yang lebih didapatkan dari selingkuhan
10. Masa depan yang lebih menjanjikan dari selingkuhan
11. Dapat menjadi diri sendiri ketika bersama selingkuhan
12. Dan lain-lain
Namun, disamping itu hal lain yang merugikan adalah :
1. Adanya ketakutan apabila ketahuan pasangan, setiap waktu mencek dimana keberadaan pasangan, apabila ada telf langsung merasa tidak nyaman karena takut selingkuhan yang menelf, ketika selingkuhan menelf langsung pindah ke tempat lain dengan alasan tidak terdengar atau orang tua yang menelf.
2. Kerahasiaan harus terisolasi, ketika akan bertemu selingkuhan di tempat ramai malah menjadi tidak nyaman, jalan diburu-buru, tidak berani berdekatan, bahkan pandangan tidak berani ke arah depan. Pandangan akan cenderung ke arah bawah atau ke arah sekeliling untuk melihat keadaan.
3. Akan adanya pergelutan emosi yang bermain ketika lo selingkuh. Setiap waktu akan berpikir negatif tentang pasangan lo, tentang selingkuhan lo, tentang rasa berdosa lo, tentang waktu-waktu lo yang akan terbuang pecuma saat lo berselingkuh karena indahnya hanya sementara.
4. Ketika lo berselingkuh, lo ga akan bisa sebebas dulu, jadwal harus dapat dibagi-bagi, tujuan pun belum ada yang pasti, sehingga pada akhirnya akan memberikan dampak bahwa prioritasnya bukanlah menjadi pasangan yang pertama melainkan hanya sebagai selingkuhan yang menjadi prioritas terakhir.
5. Perusakan Citra, ketika sudah dicap sekali berselingkuh makan ketika lo berubahpun ga akan ada yang percaya. Sekali buaya tetep akan berkulit buaya.
6. Pada akhirnya, yang didapat adalah kepahitan, sakit hati, merasa dikhianati, kebergantungan yang berdampak kegalauan.
Be Realistic and Objective.
Ketika lo ga bisa melanjutkan hubungan lo dengan pasangan maka stop it. Lebih baik putus dan mencari yang lain dibandingkan coba-coba dengan yang lain namun menyakiti pasangan lo. Ga enak loh rasanya ketika lo menjadi orang yang diselingkuhin. Ketika lo udah percaya sama seseorang namun disalahgunakan dengan alasan yang tidak masuk akal. Bagaimanapun sebagai wanita yang lebih memakai emosinya akan sulit ketika sudah bergantung sama pasangannya, sekalipun itu selingkuhannya. Sedangkan untuk pria akan lebih mudah dalam memutuskan hubungannya dengan selingkuhannya karena pria tidak melibatkan peran emosi lebih dalam dibandingkan wanita. Ibaratnya, wanita akan nangis bombay selama 3 hari 3 malam, sedangkan pria akan terlihat baik-baik saja walaupun ditangan sudah habis 3 bungkus rokok.
Hati-hati dalam bertindak dan bertingkah laku karena apa yang lo tampilkan mencerminkan kepribadian lo, dan waktu tidak akan kembali berputar. Jangan sampai menyesal memilih orang yang tidak tepat. Ketika lo masih muda, dan ingin mencoba selingkuh its oke. Tapi akan menjadi suatu kebiasaan dan lo akan menikmati perselingkuhan itu. Ketika tidak ketahuan dan itu menjadi suatu keberuntungan lo karena lancar dalam berselingkuh. Namun hati-hati jika hal ini akan terbawa saat lo sudah berumah tangga. Karena masalah akan lebih kompleks dan tidak selayaknya pacaran yang masih bisa putus. Menikah bukan untuk bercerai kan?
Ps : Jangan menyakiti jika tidak ingin disakiti
Elska,
V



0 comments:
Post a Comment