Daisypath Happy Birthday tickers

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers

Mengenai Saya

My Photo
Aku ya aku.. Hanya menulis disaat ingin menulis..

Wednesday, 15 February 2012

Love is ... (part 1)

Dear all

Hari ini hari V day. Vinilentine day kah?haha..
Katanya sekarang adalah hari kasih sayang, entah siapa yang memulai, sampai ada hari ini. Saya ga pernah merayakannya sih, cuma kalo ada yang ngasih coklat, boneka, atau bunga ya terima-terima aja. Hahahhaa..

Apa sih kasih sayang? Apa sih Cinta? Ga ada yang bisa liat bentuk dari suatu Sayang dan Cinta ini. Mungkin bisa dirasakan namun sulit diungkapkan bagaimana rasanya. Cinta itu mudah, yang sulit itu bagaimana mempertahankan perasaan Cinta itu agar tetap utuh.

Dalam menjalin suatu hubungan apakah harus memiliki Cinta? Apa kabar jaman Siti Nurbaya yang masih melewati masa perjodohan, mereka tidak perlu adanya Cinta yang penting kedua belah keluarga setuju. Saat cinta tersebut hadir, lalu mereka pacaran, mereka menikah setelah itu memiliki keturunan lalu bahagia selamanya? hanya karena cinta? its impossible.

Banyak alasan di dalam retaknya suatu hubungan, dapat dilatarbelakangi karena perselingkuhan, kecemburuan, KDRT, faktor ekonomi, ketidakharmonisan, perbedaan pola pikir, dan lain-lain yang dapat memicu suatu hubungan menjadi tidak baik. Maka pertanyaannya sekarang adalah dalam suatu hubungan apa yang perlu dimiliki? Apakah dalam menjalin suatu hubungan dilandasi Cinta akan tetap abadi? Apakah ketika tidak ada Cinta maka hubungan tidak akan abadi? Pertanyaan seperti yang susah dijawab.

Kata Cinta ini dapat diartikan sebagai pegangan dalam suatu hubungan, apabila sudah sama-sama cinta maka dunia seakan milik berdua, semua masalah dapat diselesaikan, BUT bukan itu pointnya.

Cinta itu dapat membuat 2 perbedaan menjadi 1
Hal ini ada benarnya, karena tali penyambungnya adalah Cinta. Namun hal tersebut terlalu dangkal untuk didefinisikan. Menurut Lewis, Rasa senang dan suka ini berada dalam tingkat yang paling dasar dari intensitas Cinta. Rasa senang dan suka ini timbul karena adanya kesamaan, misalnya sama-sama memiliki hobi wisata kuliner, sama-sama memiliki kesenangan menonton bioskop, sama-sama memiliki lagu favorit atau grup band yang sama. Intensitas kesamaan ini menjadikan hal paling dasar karena tidak memiliki pondasi yang kuat di dalamnya karena bersifat sementara.
Sedangkan menurut Scot Pect, Cinta itu bukan perasaan melainkan suatu tindakan nyata. Adanya dorongan dalam menumbuhkan identitas diri dalam diri sendiri dan orang yang dicintai. Oleh karena itulah Cinta itu tidak mungkin bersifat mengekang, melarang, atau merubah orang yang dicintai. "its about giving the other person what they need to grow".

Dewasa Pribadi maka Dewasa Cinta
Orang yang dapat mencintai adalah orang yang sudah bukan lagi pribadi yang egosentris ataupun egois namun sudah mampu dapat melakukan sesuatu dan berpikir akan pasangannya. Apabila dasar suatu hubungan seseorang masih mengekang, mengatur, protes akan pasangannya maka hal tersebut bukanlah Cinta melainkan keinginan dalam kondisi pencapaian kebutuhan dari orang tersebut. Baik itu kebutuhan fisik misalnya makan, minum, nonton, seksual. Dan kebutuhan Psikologis seperti diperhatikan, dipuja, dimanja.
Cinta bukanlah romantisme belaka, melainkan suatu bentuk pendewasaan dari seseorang. Tingkat kedewasaan seseorang akan menentukan seperti apa Cinta yang ia berikan pada pasangannya. Menurut Scot Pect kedewasaan seseorang akan melewati beberapa elemen secara bertahap, yakni :

1. Delaying gratification, menunda kepuasan sesaat untuk kebaikan di masa yang akan datang. Berpikir apa motivasinya, dan apa tujuannya. Berpikir akan kebaikan keduabelahpihak, bukan kepuasan akan satu belah pihak saja.

2. Acceptance of Responsibility, bertanggung jawab atas pilihan dan keputusan diri sendiri. Pada dasarnya setiap orang memiliki andil dalam timbulnya suatu masalah, namun yang terjadi adalah tidak maunya dipersalahkan sehingga tidak berpikir dahulu akan introspeksi diri. Kebanyakan dirinya merasa bahwa ia adalah korban yang patut dikasihani, dan merasa dirinya menderita untuk orang yang dicintai. Hal ini salah karena Cinta bukanlah suatu pemaksaan dan penderitaan. Sedangkan Cinta adalah suatu kebebasan. Namun kebebasan disini harus dilandasi suatu tanggung jawab dari setiap pasangan. Apabila lo mau berpacaran, menikah atau menjalin suatu hubungan maka harus dipikirkan sejauh mana kita mampu mempertanggungjawabkan keputusan yang telah kita ambil.

3. Dedication to the truth, selalu mencari dan menemukan kebenaran. Konsep diri yang negatif menjadikan penghalang akan suatu kebenaran. Jangan berpikir akan keburukanmu saja, misalnya aku ini tidak terlalu cantik, tidak kaya, tidak pintar, tidak beruntung, dan sebagainya yang menjadi penghalang dalam mengahadapi pasangan sehingga dirinya akan merasa pantas apabila diperlakukan tidak baik oleh pasangan. Jika ingin tumbuh maka jauhkan lah pikiran negatif, dekatkan pikiran positif. Berani terbuka akan dunia dan jangan takut dalam menerima kenyataan yang dimiliki.

4. Balancing and Flexible, kedewasaan akan dialami ketika kita melangkah maju. Jangan takut akan hidup, jangan takut akan larangan, jangan takut akan peraturan dan batasan yang ada karena akan menumbuhkan sikap negatif seperti kebosanan, ketidakpuasan, kemarahan, ketakutan, kesepian yang hadir dalam diri. Begitupun dengan kondisi hubungan yang tidak memiliki komitmen akan timbul suatu ketakutan dan ketidakpercayaan.

Maka, Cinta itu bukanlah soal materi, bukanlah soal seberapa banyak yang kita dapat, melainkan seberapa besar kita dapat melakukan sesuatu untuk pasangan kita dan apa yang dapat kita berikan pada pasangan kita. Cinta itu adalah cara bagaimana kita menyingkapi kedewasaan kita untuk pasangan kita. Jadi apakah lo sudah menemukan Cinta pada diri lo untuk pasangan lo?



Elska,
V

0 comments:

Post a Comment