Daisypath Happy Birthday tickers

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers

Mengenai Saya

My Photo
Aku ya aku.. Hanya menulis disaat ingin menulis..

Monday, 27 February 2012

Jatuh dari Motor LAGI!!!

Gimana rasanya ketika lo jatuh?
Gimana rasanya ketika lo kembali mengulang tragedi yang sama yang lo takutin?
Gimana rasanya ketika lo kembali trauma akan suatu kejadian?

Dan ini yg gw rasain sekarang..

Gw kembali kecelakaan untuk kedua kalinya. Terakhir kecelakaan itu tahun 2007 (kalo ga salah), lalu terulang di 2012. Kecelakaan motor, yang pertama sih lagi sama pacar (sekarang udah jadi mantan.red) nah yang kedua sama tukang ojek.

Berawal dari bangun tidur dan masih bermalas-malasan di kasur sampai jam 9. Niat ke Keuken sama anak-anak kampus namun males beranjak untuk berbenah diri dan packing menuju Jakarta. Alhasil selesai mandi dan makan itu jam 12 siang saja. Langsung packing dengan kecepatan pergerakan 10cm per menit. Malas untuk ketemu macetnya perjalanan menuju Jakarta. Ketika jam menununjukkan pukul 13.00, langsung dong mencari papa yang harusnya sih nganter anaknya sampai travel, namun tak kunjung datang yang katanya sedang ke undangan. Ditungguin tapi masih lama karena hujan dan jalanan pun macet. Alhasil gw harus naik ojek nih karena mepet waktunya, berangkatlah gw pukul 13.30 dari rumah untuk ngejar travel jam 14.00. Naik ojek lah yang niatnya sampai gerlong oleh karena itu ga pakai helm deh. Padahal gw udah nanya ke tukang ojeknya, "yakin ga usah pake helm?" lalu sang tukang ojek bilang "iya gpp mba". Ya udin deh berangkat lah kita menuju gerlong. Sesampai di gerlong sang tukang ojek nanya "dimana mba?",
"Disini aja, saya soalnya mau ke daerah cihampelas" kata saya.
Sang tukang ojek bilang "gpp mba, saya antar saja.
Saya bilang "ga usah, ga pakai helm nanti ada polisi"
"ngga apa-apa mba" menurut tukang ojek.

Berangkatlah kita menuju cihampelas, eh pas di belokan mcd setiabudi, ada mobil tiba-tiba belok kiri alhasil motornya berenti mendadak dong, ga taunya ada motor dari arah belakang dengan kecepatan bagai kilat nyenggol motor yang gw tumpangi, alhasil seketika gw udah di tanah, keseret lah beberapa meter ke arah kanan, diotak gw saat itu adalah saat jatuh selamatkan muka dan bagian kepala. Jadi lupa deh gimana jatuhnya, yang diinget ngehindarin muka ke arah tanah. Uuuuntuung ga ada mobil atau motor di belakang, cuma BIS yang tiba" ngerem. Sendal gw kelempar entah kemana. Thanks GOD.

Setelah jatuh, dalam hati cuma bisa bilang (semoga yang liat adalah orang-orang yang ga kenal saya). Liat kondisi tukang ojek sepertinya dia yang parah. Tangannya sampai sakit kekilir kayanya, alhasil saya juga yang harus ngasih tunjangan berobat dia karena yang nabrak kabur gitu aja. Paling ngga, saya masih bersyukur ga sampe masuk rumah sakit dan udah bisa ke kantor walaupun ini kaki sama tangan pegel plus pedih. Ga bisa diajak ketawa karena tiap ketawa malah sakit dada. ADOOOOHH...

Pengalaman kedua saya jatuh dari motor, takut naik motor lagi. Takut ngebut, takut jatuh lagi. Semoga ini jatuh yang terakhir. AMIN..

Sampai sekarang keluarga belum ada yang tau saya jatuh, semoga mama baca blog saya deh  (ga secanggih itu sih kayanya doi) biar saya ga perlu menjelaskan saya kecelakaan dan membuat mereka khawatir dan juga saya terbebas dari omelan karena naik maksain pergi naik ojek.

Ps : Ati-ati buat kalian yang bawa motor


Elska,
V


Wednesday, 22 February 2012

Selingkuh itu indah or petaka?

Nyanyi du lu aahh...

Monita "selingkuh"

Meskipun terasa manis, 
Tetapi kita harus akhiri,
Meskipun terasa indah,
Selingkuh tak membawa bahagia..

Jika tidak memiliki status dan jelas-jelas memiliki pasangan lain, apakah hal tersebut dinamakan selingkuh?

Sulit dipercaya, omongan sama kenyataan berbeda. Semua berbalik, semua kembali, karma itu ada. 

Diluar konteks adanya status atau tidak, yang namanya selingkuh itu ga enak, ketika lo memilih selingkuhan lo dibandingkan pasangan pertama lo, hal tersebut tidak akan membawa kelancaran dalam hubungan kalian karena kalian diawali dengan ketidakjujuran, dan dapat saja terjadi ketika kalian menjalin hubungan tersebut akan muncul dugaan-dugaan yang mengarah pada konteks ketidakpercayaan.
   "dulu aja selingkuh, pasti bisa kembali selingkuh"
Muncullah pikiran-pikiran negatif yang akan merusak hubungan yang sehat.

Fenomena selingkuh ini sudah menjadi makanan sehari-hari, apalagi di kota Jakarta. Tapi orang-orang yang berselingkuh tidak sadar akan dampak-dampak yang mereka dapatkan. Mereka akan membuang waktu, pikiran dan tenaga. Ada yang mereka dapatkan namun banyak hal yang akan mereka korbankan.

Memang sih ketika lo berselingkuh, lo akan mendapatkan kepuasan lebih, ketika yang satu ga bisa lo bisa mendapatkan di selingkuhan lo, istilahnya lo punya ban serepnya lah ketika ban lo rusak. Lo akan meminimalisir rasa sakit ketika lo disakiti oleh pasangan lo karena lo punya cadangan.

Pada dasarnya, alasan-alasan orang berselingkuh itu macem-macem. Gw survei sama beberapa orang temen gw dan menurut pengalaman mereka yaitu :
1. Bosan dan kejenuhan
2. Adanya ketidak puasan akan pasangan
3. Marah akan pasangan
4. Pasangan banyak menuntut
5. Perbedaan jarak tempat tinggal yang cukup jauh sehingga kuantitas pertemuan pun jarang
6. Adanya faktor dimana ingin membuat pasangan jealous
7. Sexualitas yang tidak di dapat
8. Janji-janji yang lebih menjanjikan dari pasangan sebelumnya
9. Kenyamanan yang lebih didapatkan dari selingkuhan
10. Masa depan yang lebih menjanjikan dari selingkuhan
11. Dapat menjadi diri sendiri ketika bersama selingkuhan
12. Dan lain-lain

Namun, disamping itu hal lain yang merugikan adalah :
1. Adanya ketakutan apabila ketahuan pasangan, setiap waktu mencek dimana keberadaan pasangan, apabila ada telf langsung merasa tidak nyaman karena takut selingkuhan yang menelf, ketika selingkuhan menelf langsung pindah ke tempat lain dengan alasan tidak terdengar atau orang tua yang menelf.
2. Kerahasiaan harus terisolasi, ketika akan bertemu selingkuhan di tempat ramai malah menjadi tidak  nyaman, jalan diburu-buru, tidak berani berdekatan, bahkan pandangan tidak berani ke arah depan. Pandangan akan cenderung ke arah bawah atau ke arah sekeliling untuk melihat keadaan.
3. Akan adanya pergelutan emosi yang bermain ketika lo selingkuh. Setiap waktu akan berpikir negatif tentang pasangan lo, tentang selingkuhan lo, tentang rasa berdosa lo, tentang waktu-waktu lo yang akan terbuang pecuma saat lo berselingkuh karena indahnya hanya sementara.
4. Ketika lo berselingkuh, lo ga akan bisa sebebas dulu, jadwal harus dapat dibagi-bagi, tujuan pun belum ada yang pasti, sehingga pada akhirnya akan memberikan dampak bahwa prioritasnya bukanlah menjadi pasangan yang pertama melainkan hanya sebagai selingkuhan yang menjadi prioritas terakhir.
5. Perusakan Citra, ketika sudah dicap sekali berselingkuh makan ketika lo berubahpun ga akan ada yang percaya. Sekali buaya tetep akan berkulit buaya.
6. Pada akhirnya, yang didapat adalah kepahitan, sakit hati, merasa dikhianati, kebergantungan yang berdampak kegalauan.

     Be Realistic and Objective.
Ketika lo ga bisa melanjutkan hubungan lo dengan pasangan maka stop it. Lebih baik putus dan mencari yang lain dibandingkan coba-coba dengan yang lain namun menyakiti pasangan lo. Ga enak loh rasanya ketika lo menjadi orang yang diselingkuhin. Ketika lo udah percaya sama seseorang namun disalahgunakan dengan alasan yang tidak masuk akal. Bagaimanapun sebagai wanita yang lebih memakai emosinya akan sulit ketika sudah bergantung sama pasangannya, sekalipun itu selingkuhannya. Sedangkan untuk pria akan lebih mudah dalam memutuskan hubungannya dengan selingkuhannya karena pria tidak melibatkan peran emosi lebih dalam dibandingkan wanita. Ibaratnya, wanita akan nangis bombay selama 3 hari 3 malam, sedangkan pria akan terlihat baik-baik saja walaupun ditangan sudah habis 3 bungkus rokok.

Hati-hati dalam bertindak dan bertingkah laku karena apa yang lo tampilkan mencerminkan  kepribadian lo, dan waktu tidak akan kembali berputar. Jangan sampai menyesal memilih orang yang tidak tepat. Ketika lo masih muda, dan ingin mencoba selingkuh its oke. Tapi akan menjadi suatu kebiasaan dan lo akan menikmati  perselingkuhan itu. Ketika tidak ketahuan dan itu menjadi suatu keberuntungan lo karena lancar dalam berselingkuh. Namun hati-hati jika hal ini akan terbawa saat lo sudah berumah tangga. Karena masalah akan lebih kompleks dan tidak selayaknya pacaran yang masih bisa putus. Menikah bukan untuk bercerai kan?


Ps : Jangan menyakiti jika tidak ingin disakiti



Elska,
V




Wednesday, 15 February 2012

Love is ... (part 1)

Dear all

Hari ini hari V day. Vinilentine day kah?haha..
Katanya sekarang adalah hari kasih sayang, entah siapa yang memulai, sampai ada hari ini. Saya ga pernah merayakannya sih, cuma kalo ada yang ngasih coklat, boneka, atau bunga ya terima-terima aja. Hahahhaa..

Apa sih kasih sayang? Apa sih Cinta? Ga ada yang bisa liat bentuk dari suatu Sayang dan Cinta ini. Mungkin bisa dirasakan namun sulit diungkapkan bagaimana rasanya. Cinta itu mudah, yang sulit itu bagaimana mempertahankan perasaan Cinta itu agar tetap utuh.

Dalam menjalin suatu hubungan apakah harus memiliki Cinta? Apa kabar jaman Siti Nurbaya yang masih melewati masa perjodohan, mereka tidak perlu adanya Cinta yang penting kedua belah keluarga setuju. Saat cinta tersebut hadir, lalu mereka pacaran, mereka menikah setelah itu memiliki keturunan lalu bahagia selamanya? hanya karena cinta? its impossible.

Banyak alasan di dalam retaknya suatu hubungan, dapat dilatarbelakangi karena perselingkuhan, kecemburuan, KDRT, faktor ekonomi, ketidakharmonisan, perbedaan pola pikir, dan lain-lain yang dapat memicu suatu hubungan menjadi tidak baik. Maka pertanyaannya sekarang adalah dalam suatu hubungan apa yang perlu dimiliki? Apakah dalam menjalin suatu hubungan dilandasi Cinta akan tetap abadi? Apakah ketika tidak ada Cinta maka hubungan tidak akan abadi? Pertanyaan seperti yang susah dijawab.

Kata Cinta ini dapat diartikan sebagai pegangan dalam suatu hubungan, apabila sudah sama-sama cinta maka dunia seakan milik berdua, semua masalah dapat diselesaikan, BUT bukan itu pointnya.

Cinta itu dapat membuat 2 perbedaan menjadi 1
Hal ini ada benarnya, karena tali penyambungnya adalah Cinta. Namun hal tersebut terlalu dangkal untuk didefinisikan. Menurut Lewis, Rasa senang dan suka ini berada dalam tingkat yang paling dasar dari intensitas Cinta. Rasa senang dan suka ini timbul karena adanya kesamaan, misalnya sama-sama memiliki hobi wisata kuliner, sama-sama memiliki kesenangan menonton bioskop, sama-sama memiliki lagu favorit atau grup band yang sama. Intensitas kesamaan ini menjadikan hal paling dasar karena tidak memiliki pondasi yang kuat di dalamnya karena bersifat sementara.
Sedangkan menurut Scot Pect, Cinta itu bukan perasaan melainkan suatu tindakan nyata. Adanya dorongan dalam menumbuhkan identitas diri dalam diri sendiri dan orang yang dicintai. Oleh karena itulah Cinta itu tidak mungkin bersifat mengekang, melarang, atau merubah orang yang dicintai. "its about giving the other person what they need to grow".

Dewasa Pribadi maka Dewasa Cinta
Orang yang dapat mencintai adalah orang yang sudah bukan lagi pribadi yang egosentris ataupun egois namun sudah mampu dapat melakukan sesuatu dan berpikir akan pasangannya. Apabila dasar suatu hubungan seseorang masih mengekang, mengatur, protes akan pasangannya maka hal tersebut bukanlah Cinta melainkan keinginan dalam kondisi pencapaian kebutuhan dari orang tersebut. Baik itu kebutuhan fisik misalnya makan, minum, nonton, seksual. Dan kebutuhan Psikologis seperti diperhatikan, dipuja, dimanja.
Cinta bukanlah romantisme belaka, melainkan suatu bentuk pendewasaan dari seseorang. Tingkat kedewasaan seseorang akan menentukan seperti apa Cinta yang ia berikan pada pasangannya. Menurut Scot Pect kedewasaan seseorang akan melewati beberapa elemen secara bertahap, yakni :

1. Delaying gratification, menunda kepuasan sesaat untuk kebaikan di masa yang akan datang. Berpikir apa motivasinya, dan apa tujuannya. Berpikir akan kebaikan keduabelahpihak, bukan kepuasan akan satu belah pihak saja.

2. Acceptance of Responsibility, bertanggung jawab atas pilihan dan keputusan diri sendiri. Pada dasarnya setiap orang memiliki andil dalam timbulnya suatu masalah, namun yang terjadi adalah tidak maunya dipersalahkan sehingga tidak berpikir dahulu akan introspeksi diri. Kebanyakan dirinya merasa bahwa ia adalah korban yang patut dikasihani, dan merasa dirinya menderita untuk orang yang dicintai. Hal ini salah karena Cinta bukanlah suatu pemaksaan dan penderitaan. Sedangkan Cinta adalah suatu kebebasan. Namun kebebasan disini harus dilandasi suatu tanggung jawab dari setiap pasangan. Apabila lo mau berpacaran, menikah atau menjalin suatu hubungan maka harus dipikirkan sejauh mana kita mampu mempertanggungjawabkan keputusan yang telah kita ambil.

3. Dedication to the truth, selalu mencari dan menemukan kebenaran. Konsep diri yang negatif menjadikan penghalang akan suatu kebenaran. Jangan berpikir akan keburukanmu saja, misalnya aku ini tidak terlalu cantik, tidak kaya, tidak pintar, tidak beruntung, dan sebagainya yang menjadi penghalang dalam mengahadapi pasangan sehingga dirinya akan merasa pantas apabila diperlakukan tidak baik oleh pasangan. Jika ingin tumbuh maka jauhkan lah pikiran negatif, dekatkan pikiran positif. Berani terbuka akan dunia dan jangan takut dalam menerima kenyataan yang dimiliki.

4. Balancing and Flexible, kedewasaan akan dialami ketika kita melangkah maju. Jangan takut akan hidup, jangan takut akan larangan, jangan takut akan peraturan dan batasan yang ada karena akan menumbuhkan sikap negatif seperti kebosanan, ketidakpuasan, kemarahan, ketakutan, kesepian yang hadir dalam diri. Begitupun dengan kondisi hubungan yang tidak memiliki komitmen akan timbul suatu ketakutan dan ketidakpercayaan.

Maka, Cinta itu bukanlah soal materi, bukanlah soal seberapa banyak yang kita dapat, melainkan seberapa besar kita dapat melakukan sesuatu untuk pasangan kita dan apa yang dapat kita berikan pada pasangan kita. Cinta itu adalah cara bagaimana kita menyingkapi kedewasaan kita untuk pasangan kita. Jadi apakah lo sudah menemukan Cinta pada diri lo untuk pasangan lo?



Elska,
V

Monday, 6 February 2012

Jodohkah?

Apa sih jodoh itu? jodoh itu apa sih?
Orang bilang jodoh itu cuma Tuhan yang tau, ada yang bilang jodoh itu adalah seseorang yang menikah dengan kita baru dinamakan jodoh. Ada yang bilang juga jodoh adalah ketika kita tidak mendapatkan kejelekan sedikitpun dari pasangan kita. Ada yang bilang jodoh itu adalah ketika feeling yang mengatakan dia jodohku.

Sampe sekarang gw bingung sama yang namanya jodoh, kapan gw ketemu jodoh, atau kata temen2 gw minimal kita punya "pegangan" untuk masa depan kelak. Namun jika belum punya bagaimana? kapan jodoh itu dapat kita temukan?

Jodoh itu jorok, ga ada yang tau siapa jodoh kita, bisa aja tetangga, bisa aja musuh bebuyutan dari kecil, bisa aja temen TK, bisa aja mantan yang udah lama ga ketemu terus ketemu lagi, bisa aja temen kantor, bisa aja ketemu pas lagi liburan, daaaann lain-lain yang ga bisa kita sangka. Jangan sampai kalian sumpah serapah ga pengen sama seseorang atau seseorang yang memiliki ciri-ciri tertentu karena akan berbalik malah dia yang menjadi jodoh lo. GASWAT kan...

Mengutip dari sisi wanita yaitu "flo" : kamu tau, semesta menempatkan manusia berpasangan-pasangan,tapi ketika mereka sampai di dunia, mereka menjadi saling bergantung, mereka diam dalam posisi nyaman, hingga akhirnya semesta merancang batasan dan jarak, mereka dipisahkan untuk sama-sama jatuh, sama mencari, dan sama-sama menemukan... Maka itulah JODOH.

Mengutip dari sisi pria yaitu "echo" : JODOH itu harus dikejar, karena sesuatu yang berharga itu ga bisa datang sendiri. Harus ada usaha dalam pencarian.

Tapi yang pasti jangan deh percaya sama ramalan bintang, ramalan kartu, atau ramalan apapun itu, percaya aja kalo jodoh itu pasti dateng. (ga tau kapan tapinya). Semua akan indah pada waktunya.

Kalo menurut saya, JODOH adalah seseorang yang yang kita ga akan tau siapa kalo kita tidak memiliki feeling yang sama. Dan pada saatnya nanti dia yang akan meyakinkan kita klo dia adalah He's the one untuk kita. Dan kitapun dapat membuat dia merasa bahwa kita adalah She's the one untuk dirinya.

Apakah kamu sudah bertemu jodoh yang tepat? atau masih dalam masa pencarian? Jodohkan kamu sama dia? Selamat mencari.....


Elska,
V

Wednesday, 1 February 2012

"Fix iT"

Belakangan ini lagi marak temen-temen yang curhat ke gw mengenai "perbedaan". Mereka pacaran dengan orang yang "berbeda". Mengapa di Indonesia ini memiliki banyak "perbedaan". Dari suku, budaya, status sosial, sampai agama. Bukankah "perbedaan" membuat hidup lebih berwarna? Namun apakah warna tersebut malah membuat tidak indah apabila kita satukan? Khususnya dalam menjalin suatu hubungan diantara orang-orang yang "berbeda". Banyak masalah timbul karena "perbedaan" tersebut. Ada yang tidak direstui orangtua karena "perbedaan" status sosial, ada yang selalu berantem karena "perbedaan" suku bangsa yang berpengaruh akan sifat yang bertolak belakang. Bahkan "perbedaan" agama yang masih sulit disatukan karena hal ini merupakan prinsip mendasar dalam suatu kehidupan yang sangat sulit disatukan dalam hubungan perkawinan.

Seperti kata Marcel bilang : 
"Aku untuk kamu, Kamu untuk aku.. 
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda.. 
Tuhan memang satu, kita yang tak sama.. 
Haruskah aku lantas pergi, meski cinta takan bisa pergi.."

Apa sih yang lo cari dalam suatu hubungan? kenyamanan? kesamaan hobi? kesamaan visi dan misi? ketertarikan fisik? kekayaannya? masa depannya? pekerjaannya? semua itu tentang kesamaan. Apa ada yang mencari pasangan karena "perbedaan"? "Perbedaan" cuma membuat hubungan ngga membaik, minimal dalam suatu hubungan harus memiliki satu kesamaan. Kalo tidak, mereka ga akan bisa nyambung dalam hal komunikasi.
Lalu bagaimana suatu hubungan yang sudah terlanjur dibina, dirasa, kemudian hancur begitu saja hanya karena satu "perbedaan" yang mendasar? Apakah itu adil? apakah keduanya sama-sama rela ngelepas suatu kenangan dan kebiasaan yang sudah dibangun sejak lama?

Temen gw pacaran hampir 6 tahun, sudah hampir nikah, namun semua kandas tiba-tiba hanya dengan SMS. Mereka putus via SMS saja tanpa adanya ketemu langsung, ngomong baik-baik, 6 tahun hanya dihargai dengan SMS. Pilihan yang sulit karena saat bertemu semua keputusan dapat saja berubah, namun apakah semua itu dapat dinilai hanya dengan SMS?Ironi..

Temen gw pacaran 2 Tahun nyaris ga jadi nikah karena "perbedaan", beruntung keluarga pada akhirnya menyetujui mereka dengan syarat-syarat yang cukup banyak. Membuat sedih dan ribet, namun perjuangan sampai ke pernikahan itu susah, dan bagi yang bisa melewatinya dan berhasil membuat gw salut akan mereka. Bisa ngeyakinin kedua belah keluarga yang ga mudah pastinya. Dengan kesamaan prinsip saja udah susah nyatuin kedua keluarga, apalagi "berbeda" prinsip seperti ini.  Saluuut...

Kakanya temen gw pun memiliki cerita yang serupa, pacaran sudah 6 tahun, didesak harus segera menikah, namun kebingungan dengan prinsip yang mereka anut "berbeda". Alhasil karena "berbeda" mereka putus begitu saja dan perempuan tersebut baru menikah seminggu yang lalu karena dijodohkan. Semua akan lebih mudah dengan adanya "kesamaan".

Temen gw cerita jika dia memiliki hubungan dengan seseorang yang "berbeda" prinsip mendasar. Kenyamanan didapat, quality time dalam hubungan mereka selalu ada, ketertarikan pun sudah terjalin, sayang sudah pasti, kesamaan hobi dalam traveling, intensitas ketemupun cukup sering, namun karena satu hal yang mendasar menjadikan mereka ga bisa bareng. Alhasil hubungan mereka sekarang menjadi tidak seakrab dulu, adanya batas diantara mereka dan seakan-akan menjadi new person yang saling tidak kenal satu sama lainnya. Apakah itu jalan terbaik? Saling menyakiti satu sama lainnya walaupun bukan itu yang diinginkan. Kenapa tidak bisa menjadi biasa saja dan selayaknya sahabat? Memang sulit menahan suatu perasaan, hanya saja jika sudah tidak memiliki waktu mengapa tidak dimanfaatkan sebaik mungkin?

"Perbedaan" itu simple. Jangan bermain api jika pada dasarnya "berbeda". Jangan terjerumus semakin dalam jika sudah "berbeda". Jika sudah masuk lebih dalam apa yang harus dilakukan? "FIX IT"
Hal tersulit adalah ketika kita harus merecovery perasaan kita. Dimana perasaan itu ga ada yang bisa kontrol. Ketika sudah memiliki 100 persen untuk menurunkan 1 persen saja akan sulit. Namun sebaliknya, dari yang 0 persen dapat langsung 50 persen akan jauh lebih mudah apabila memiliki suatu kesamaan dan ketertarikan lainnya.

Hal yang sampai sekarang para wanita sering dirugikan karena pada dasarnya perasaan seorang pria itu 100 ke 0 sedangkan wanita itu 0 ke 100. Sehingga pada akhirnya ketika putusnya suatu hubungan seringkali para wanita yang sulit bangkit dibandingkan pria. Ditambah lagi para pria dengan mudahnya memilah antara logika dan perasaan sedangkan wanita akan mencampurkan logika dan perasaan sehingga seringkali tidak dapat berpikir jernih. Come on girls move on.. Use the ratio dont use the feeling. (but HOW?)

Dalam merecovery perasaan banyak hal yang dapat dilakukan namun tidak semua dapat berjalan lancar. Kuncinya satu. Ketika lo sakit hati maka obatnya adalah hati kembali, ketika lo putus cinta maka obatnya adalah cinta yang baru, karena perasaan ga bisa dibohongi, ketika sakit ga ada yang bisa ngobatin selain diri lo sendiri. Mau move on cepat dan ketemu orang yang baru atau move on secara lambat sambil nikmatin rasa sakitnya itu sampai mengakar dan hilang dengan sendirinya (ga tau sampai kapan, cuma waktu yang bisa jawab).


Elska,
V