Belakangan ini lagi sering mendengar kalimat "ingin melewati hidup bagaikan air".
Air? Kenapa harus air? hidup seperti air saat mengalir, mengikuti arus yang ada, mengikuti kemana air itu mengalir yang pada tujuannya yaitu Laut yang mungkin merupakan tempat berkumpulnya semua air.
Tapi yang dimaksud hidup bagai air itu ingin menjadi partikel air atau ingin menjalani hidup bagai air yang mengalir kemana saja dia dibawa.
Air ga semuanya jernih, bersih dan dapat diminum, siapa bilang hidup menjadi air mudah, saat dia harus menjadi air sebagai cuci piring, cuci baju dan mengepel lantai apakah mereka bahagia? Namun bandingkan saat menjadi air minum yang bermanfaat buat semua orang namun mereka terpenjara dalam satu tempat yang biasa orang sebut botol, dispenser, teko, dan sebagainya. Sedangkan saat menjadi air yang hidup di sungai, penuh sampah, limbah, apakah ada yang memikirkan kehidupan menjadi air?
Kalo aku harus memilih, aku lebih baik baik menjadi angin, mereka bebas kemana saja, namun angin yang aku pilih angin yang berhembus kecil namun ada tujuan. Dia memilih tempat dimana dia akan istirahat dan diam di satu tempat dimana lingkungan tersebut merupakan tempat yang nyaman untuk ditinggali.
Mungkin ketika menjadi air, dirinya akan mengalir mengikuti arus sampai tujuan mereka tercapai. Mereka akan menyingkirkan kerikil kemudian mengalir kembali atau bahkan mereka akan menyingkirkan kayu besar yang menghalangi mereka dan kembali mengalir tanpa arah yang jelas, yang penting ujungnya sampai ke perlabuhan terakhir.
Bagaimana mengalir? tanpa arah? atau yang penting mengalir? Jangan salah artikan mengalir adalah malas, malas mencari, malas bergerak, dan ga ada perjuangan sama sekali, tetap saja saat mengalir harus ada rencana, penilaian dan motivasi supaya dapat berkembang. Kita merencanakan kemana tujuan kita, menilai apakah arah yang dituju benar atau tidak, memotivasi untuk terus berjuang menuju tujuan tersebut atau berhenti ketika arah yang dituju salah dan mencari arah yang lain dengan tetap memotivasi diri.
Orang-orang yang cocok dengan hidup yang mengalir seperti air adalah orang-orang yang memiliki feeling yang bagus, intuisi yang bagus dan saat prakteknya dapat berhasil sesuai yang diharapkan tanpa usaha yang lebih besar. Mungkin Hoki dan keberuntungan dia sangat baik jika tanpa usaha apa-apa dan dia tetap sukses. Namun feeling dan intuisi setiap orang itu yang berbeda-beda.
Dibandingkan dengan air yang mengalir dan sudah memiliki tujuan berlabuh mungkin bermuara di Laut, sang angin kecil itu sedang mencari tempat mana yang baik untuk berlabuh tanpa mengikuti arus atau apapun sesuai jalannya, dia masih bebas dapat berlali dimana saja dengan tujuan yang ia harapkan, walaupun sesekali dia beristirahat di tempat-tempat yang belum ia kenali.
Pembentukan saat kecil itu yang penting, saat kecil masih bisa diarahkan mana yang baik dan tidak, masih bisa diarahkan kemana arahnya sampai menuju tujuan sehingga dirinya terbiasa dalam memilih arah yang terbaik. Namun saat besar harus adanya "pemaksaan" dalam mencari arah dengan kebiasaan-kebiasaan yang buruk dipaksa ubah ke arah yang baik.
Jadi? ke arah mana kamu akan lewat untuk meraih tujuan kamu?
Elska,
V



Bukan saatnya memilih air atau angin, tapi yang terpenting adalah ketika air dan angin mampu menghasilkan energi yang positif.
ReplyDeletekan ceritanya memilih. bukannya semua itu ada di dua persimpangan yang berbeda.
DeleteSetelah berpisah di dua persimpangan, dan kembali akan menemukan sebuah jalan besar yang menghubungkan dua persimpangan tadi. Terbukti, bahwa dua persimpangan yang berbeda tdk menutup kemungkinan untuk kembali bersama di satu jalan utama yang jauh lebih besar. :)
Delete