Bangun tidur melihat pemandangan yang ga biasa. Liat kanan cahaya kecil masuk dari celah-celah tirai yang terselip karena AC yang menuju langsung ke arah tirai. Liat kiri melihat teman yang masih ngeringkuk dalam selimut tertidur nyenyak yang terlihat hanya matanya sedangkan bagian wajah lainnya tertutup selimut. Sedangkan liat diri sendiri yang masih merasa kedinginan kemudian tarik selimut kembali karena pagi hari di Bali berasa subuh hari di Jakarta, kita kembali tertidur. Bangun tidur udah diberisikin oleh kegaduhan temen gw yang kelaperan pengen sarapan. Beranjak dari tempat tidur menuju wastafel, cuci muka dan gosok gigi. Ga lupa melakukan rutinitas setiap pagi, melihat kaca dan melihat wujud gw masih sama, hanya mulai terlihat penghitaman akibat matahari Bali. Sarapan, mandi, berjemur pinggir kolam renang sambil menunggu giliran mandi, siap-siap, dan dendos deh menuju list kegiatan kita hari ini.
| Selesai mandi foto dulu depan hotel. Hahahaha.. |
Susahnya di Bali adalah kita ketika mau ke objek wisata satu ke objek wisata lainnya sulit dalam waktu yang singkat, karena jauh jaraknya. Mau ke Pantai padang-padang berarti ga mungkin ke Kintamani, kemudian ke Uluwatu, susah waktunya. Apalagi memiliki kelemahan sulit bangun siang. Ya sudah waktunya semakin sempit.
| narsis disaat lampu merah |
Alhasil setelah berdiskusi, kita ke kintamani saja pada kali ini. Persiapan bawa Jaket karena dipastikan disana dingin. Ditengah perjalanan jangan lupa beli cemilan buat cemal cemil kalo perut berkoar, mengingat perjalanan kali ini ga deket. Mengingat nama kintamani pasti anjing berseliweran di jalanan. Katanya sih anjingnya anjing baik. Tetep aja sebaik-baiknya anjing ya tetep punya taring. Di otak gw Kintamani adalah kota Anjing karena sesuai lagunya shaggy Dog - yang :
"jing anjing anjing anjing kintamani beli dari pulau Bali, jing anjing anjing anjing kintamani senyumnya manis sekali".Menaiki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra. Jalannya itu mirip lembang versi kecil. Muter-muter, ketemu sama rumah warga, udara sejuk, banyak tempat makan dengan pemandangan gunung menjulang tinggi. Kita ke arah atas dulu melewati Pura Ulun Danu Batur dan disana harus menggunakan pakaian yang sopan jika tidak akan diberikan pakaian atau kain untuk menutupi bagian tubuh kita yang terbuka. Asalnya kita mau kesini karena kelihatannya sedang ada perayaan, namun kita urungkan niat karena dinosaurus dalam perut bakal berkoar jika tidak segera dikasih makan.
| naik turun gunung |
Kita keliling cari tempat makan, masuk dari satu tempat makan ke tempat makan lainnya akhirnya menentukan pilihan makan di satu tempat yaitu grand Puncak Sari Kintamani gara-gara dikasih tau sama tukang parkir disana yang pemandangannya paling oke ya disitu. Kita datang sampai duibukakan pintunya, dipersilahkan masuk dan menentukan tempat walaupun pada akhirnya dicarikan tempat karena penuh semua. Saat duduk yang terasa itu cuma satu kata DINGIN. Disosaurus dalam perut sudah minta dikasih makan nih, secara sudah jam 2, Sistem makan disini all you can it itu bayar Rp. 100.000. Kita bisa makan apa saja namun tidak bisa minum apa saja. Kalo mau minum yang lain selain teh atau kopi kita harus pesen dan bayarnya beda lagi.
| Bagian dalam Puncak Sari Kintamani |
| Bagian Luar Puncak Sari Kintamani |
| Gunung Batur |
| Danau Batur |
Menuju GWK kita udah super ngebut karena lihat jadwalnya jam 6 akan di mulai, Hari ini lama di jalan, tapi ga kalah seru sih karena sepanjang perjalanan cerita ngalor ngidul. Sesampai di GWK, kita buru-buru karena pementasannya sudah mulai, sampai sana cukup penuh yang datang, dan takjub melihat mereka nari. Ada yang bisa manjat, ada yang diangkat, walaupun sebenernya gw ga ngerti apa yang mereka bicarakan. Tapi dengan lihat visualisasinya ya terhibur dengan tarian ini.
Tapi cerita yang gw tangkep sih, Kisah Rama Sinta yang diambil di cerita tari kecak ini. Dimana Sinta diculik oleh Rahwana dikarenakan Sinta yang dipercaya merupakan titisan dari Dewi Widowati yang akan memberikan dirinya kesaktian. Dari sini permasalahan dan peperangan tiada henti. Kemudian Hanoman diutus untuk bertemu Sinta untuk melihat kondisi Sinta disana dan memberikan Cincin untuk Sinta titipan dari Rama, kemudian Sinta menerima itu dan memberikan bunga sebagai tanda jika dirinya menerimanya. Lalu di kesempatan berikutnya Rama dan Hanoman menyerang Rahwana untuk menyelamatkan Sinta. Sinta sebagai wanita yang cantik, lembut dan baik hati sebagai simbol wanita yang setia akhirnya dapat diselamatkan dan bersatu kembali dengan Rama. Sedangkan Rama yang pandai memanah dan sangat tampan. Dan pada endingnya Rahwana pun kalah tertancap panah Rama. (tepuk tangan...) Tepukan ini karena Hanoman bisa naik sampai atas memanjat tanpa ada pengaman sama sekali. Kereeeennn.
| Rama dan Hanoman bicara |
| Tari kecak - cak cak cak |
| Shinta dan dayang-dayang |
| Rahwana Murka |
| Hanoman naik ke atas, keren.... |
| aaahhhh foto juga sama kembaran... ^.^ |
Selesai dari GWK kita cari makan lagi. Horray, selama di Bali kayanya naik nih berat badan. Kita cari makan dan mampirlah kita ke ayam betutu Gilimanuk. Beli porsi gede dan akhirnya ga habis kita semua makan. Perut kenyang hati senang keuangan melayang.
Ga jauh dari ayam betutu gilimanuk, lanjut ke Krisna untuk beli oleh-oleh dan pesenan temen-temen dan keluarga. Yang beli oleh-oleh isinya pribumi semua, ngeliat kanan-kiri ga ada bulenya sama sekali. Mungkin para Bule lebih tertarik ke tempat hiburan dan menyenangkan hati mereka dibandingkan harus membelikan oleh-oleh.
Ngomong-ngomong tempat hiburan yang lumayan oke di Bali itu Sky garden yang semua aliran musik ada disini, apache itu yang reggae, kalo mau isinya full bule semua di bounty. Ya kesini lah buat orang-orang yang suka clubbing karena cuma di Bali yang bisa pake kaos oblong celana pendek dan sendal jepit. Kalo di kota-kota lainnya udah diusir satpam kayanya. Di seminyak juga banyak, banyak tempat makan atau kafe-kafe juga. Tapi ga akan bisa semuanya didatengin kalo liburannya terbatas hari karena harus kerja.
Oke Day 2 selesai
Bersambung ke Day 3 ya...
Elska,
V



0 comments:
Post a Comment