Seseorang yang ceria, kocak, banyol, seru, banyak teman dan banyak komunitas sekalipun pasti pernah merasakan kehampaan diri. Yang membedakannya adalah durasi dan juga penyebab kehampaan itu hadir.
Kini merupakan era teknologi. Semua orang dapat berkomunikasi dengan teman-teman, pacar dan keluarganya via teknologi baik itu FB, YM, BBM, Skype, Twitter, dan lain-lain. Bahkan untuk mencari informasi seseorang saja sekarang sudah tidak sulit. Dahulu kita saling menyembunyikan identitas kita sendiri, namun saat ini semua berlomba-lomba memberitahu keberadaan mereka, status mereka, bahkan foto-foto mereka dapat dipublikasikan dengan gratis. Namun, disamping hal tersebut, tanpa kita sadari kita menunjukkan eksistensi kita ATAU kita mencari perhatian disaat kehampaan diri kita sedang datang.
Sebagai contoh :
- Saat kita sedang kumpul sama teman-teman misalnya saja di Kemang, pasti semua langsung Chek in Kemang with bla bla bla, kemudian langsung upload foto dan di share di twitter atau FB mereka dan ganti foto BBM. Hal ini menunjukkan eksistensi mereka dalam lingkungannya.
- Bandingkan dengan, saat kita diam sendiri di kosan, berantem sama pacar, apa yang kita lakukan? Mencari perhatian di jejaring sosial. Ya, kembali menunjukkan kegalauan mereka, kehampaan diri mereka di Jejaring sosial sehingga semua orang tau keadaan diri dia. Hal positifnya, dia bisa mengekspresikan perasaan dirinya tanpa ditutupi. Namun hal negatif yang terjadi adalah masalah pribadi menjadi rahasia umum.
Perasaan kehampaan ini dapat disebut juga dengan kekosongan. Kekosongan ini dapat terjadi dengan berbagai akibat dan kejadian yang berbeda-beda di setiap fase individu. Kehampaan ini dapat terjadi karena kehilangan sesuatu yang biasa terjadi dalam rutinitas dirinya. Namun hal ini biasanya sementara dan dapat bangkit kembali dengan sendirinya, namun yang harus diwaspadai adalah ketika kita merasa hampa saat dilingkungan ramai, saat kita banyak chat dengan orang-orang namun masih merasa ada yang hilang. Banyak yang tidak menyadarinya karena merasa sudah biasa memiliki perasaan seperti ini dan terus menerus. Ati-ati apabila sampai depresi yang biasa terjadi karena kehidupan yang monoton, atau tidak tau tujuan hidupnya apa, bahkan sampai merasa dirinya tidak berguna untuk lingkungan bahkan dirinya sendiri.
Apabila kehampaan yang terjadi karena putusnya hubungan seseorang dan ia ingin mengisi kehampaan tersebut dengan orang lain hal ini masih menjadi perdebatan sosial, karena bagaimana kita mengisi kehampaan tersebut dengan orang baru yang belum tentu dapat mengisi kehampaan diri kita. Kehampaan dalam diri kita harus diisi dari diri kita sendiri bukan faktor luar yang hanya memaksakan keadaan kita.
Semua proses, and grow up your feelings. Tumbuh itu dari dalam, bukan dari luar. Seseorang ga mungkin dapat tiba-tiba tumbuh menjadi pribadi yang perfect dan baik. Semua diawali dari tidak bisa menjadi bisa. Tidak punya menjadi punya dan dalam hal ini ketika lo hampa maka lo akan belajar untuk dapat tumbuh dan berkembang dari kosong menjadi ada.
Jangan merasa menjadi pribadi yang patut dikasihani karena keadaan hampa ini, tapi pikirkan cara untuk keluar dari keadaan hampa diri ini.
Elska,
V
Elska,
V



untuk keluar dari situasi itu jg kita ga bisa diem dan nunggu aja khan yah... hrs ada usaha jg bwat keluar dengan membuka diri :)
ReplyDeletebenar sekali, tp bukan itu sih pointnya :p
Delete