Soulmate???
Apakah lo sudah menentukan soulmate lo? apakah pasangan lo adalah soulmate lo? apakah soumate lo berada di dekat lo? atau berada di negara yang berbeda? Apakah soulmate lo jauh lebih muda dari umur lo atau bahkan 20 tahun lebih tua dari umur lo? Apakah benar-benar berpikir hanya ada satu soulmate lo? jika hanya satu mungkinkan yang menjadi suami atau istri lo nanti? atau istri atau suami lo belum tentu soulmate lo?
Sampai sekarang masih menjadi perbincangan siapa soulmate itu, bagaimana bisa menentukan jika dia adalah soulmate lo itu.
Apakah pernah terpikir ketika kita sudah menemukan soulmate kita namun pasangan kita meninggal, kemudian kita menikah kembali untuk kedua kalinya? jika begitu, yang mana soulmate lo? yang pertama atau yang kedua? apakah soulmate lo adalah yang kedua namun harus melewati orang yang pertama terlebih dahulu? atau itu semua hanya kebetulan semata?
Saat lo bertemu cinta pertama lo? apa yang lo rasakan? he/she is the one, dia masa depan lo, lo cinta banget sama dia, dia akan menjadi pasangan hidup lo, soulmate lo, bla bla bla... Bandingkan saat sudah putus apakah itu masih lo rasakan? Dan lo bangkit mencari pasangan lo lainnya. Atau saat kecil ketika mengenal cinta monyet, lo merasakan senang bersama dia, ketawa, sedih, semua emosi bercampur tapi belum mengerti arti soulmate itu sendiri. Namun apakah lo merasakan jika mungkin saja soulmate lo adalah cinta monyet lo dahulu.
Sebenanya bukan mengenai kita mencari soulmate kita dan menemukannya melainkan kita memilih soulmate kita sendiri.
Kita semua punya pilihan, kita memilih orang yang kita suka, kita memilih orang yang kita cintai, kita memilih orang yang dapat nyaman sama kita dan pada akhirnya seseorang yang dapat hidup dengan kita sampai akhir hayatnya.
Jika seseorang bertemu dengan soumatenya maka dia merasakan apa yang lo rasakan, Alangkah indahnya pasangan hidup lo adalah soulmate lo, dia akan memahami apa yang akan lo butuhkan dan rasakan. Dia akan mengerti isi hati lo, perasaan lo, emosi lo. Saat ada masalah maka dia siap bantu, setiap lo senang maka dia akan merasakan bahagia, saat lo marah maka dia akan membuat lo tertawa, saat lo sedih maka hatinya akan turun untuk lo.
Siapapun tidak bisa sempurna di dunia ini maka lo harus memilih orang yang tidak sempurna untuk membuatnya sempurna.
Soulmate itu bisa lo rasakan selayaknya menunggu daun jatuh dari batang pohonnya. Lo ga akan pernah tau bagaimana ia datang. Hal ini bisa saja terjadi dengan teman lama lo yang sudah lama lo kenal atau seseorang yang baru saja dikenal. But it's the feel that you get that you can live your life happy with that person. If you think that, "If this person is in my life I will be happy and this person will make my environtment lively". No Worries then dont hesitate.
So, how can you be certain to find them?
Lo harus belajar untuk memperhatikan.
Elska,
Vini
Mengenai Saya
Tuesday, 12 June 2012
Wednesday, 6 June 2012
Kehampaan Diri
Sebagian besar orang senang berteman, senang dapat memiliki banyak teman, komunitas, lingkungan yang baru dan sebagainya karena mereka sebisa mungkin menghindari namanya kesendirian, kesepian dan kehampaan diri karena hal-hal tersebut berkonotasi negatif. Namun, ada orang-orang yang memiliki kebahagiaan tersendiri apabila dirinya sedang merasa ingin sepi dan menikmati kehampaan diri.
Seseorang yang ceria, kocak, banyol, seru, banyak teman dan banyak komunitas sekalipun pasti pernah merasakan kehampaan diri. Yang membedakannya adalah durasi dan juga penyebab kehampaan itu hadir.
Kini merupakan era teknologi. Semua orang dapat berkomunikasi dengan teman-teman, pacar dan keluarganya via teknologi baik itu FB, YM, BBM, Skype, Twitter, dan lain-lain. Bahkan untuk mencari informasi seseorang saja sekarang sudah tidak sulit. Dahulu kita saling menyembunyikan identitas kita sendiri, namun saat ini semua berlomba-lomba memberitahu keberadaan mereka, status mereka, bahkan foto-foto mereka dapat dipublikasikan dengan gratis. Namun, disamping hal tersebut, tanpa kita sadari kita menunjukkan eksistensi kita ATAU kita mencari perhatian disaat kehampaan diri kita sedang datang.
Sebagai contoh :
Seseorang yang ceria, kocak, banyol, seru, banyak teman dan banyak komunitas sekalipun pasti pernah merasakan kehampaan diri. Yang membedakannya adalah durasi dan juga penyebab kehampaan itu hadir.
Kini merupakan era teknologi. Semua orang dapat berkomunikasi dengan teman-teman, pacar dan keluarganya via teknologi baik itu FB, YM, BBM, Skype, Twitter, dan lain-lain. Bahkan untuk mencari informasi seseorang saja sekarang sudah tidak sulit. Dahulu kita saling menyembunyikan identitas kita sendiri, namun saat ini semua berlomba-lomba memberitahu keberadaan mereka, status mereka, bahkan foto-foto mereka dapat dipublikasikan dengan gratis. Namun, disamping hal tersebut, tanpa kita sadari kita menunjukkan eksistensi kita ATAU kita mencari perhatian disaat kehampaan diri kita sedang datang.
Sebagai contoh :
- Saat kita sedang kumpul sama teman-teman misalnya saja di Kemang, pasti semua langsung Chek in Kemang with bla bla bla, kemudian langsung upload foto dan di share di twitter atau FB mereka dan ganti foto BBM. Hal ini menunjukkan eksistensi mereka dalam lingkungannya.
- Bandingkan dengan, saat kita diam sendiri di kosan, berantem sama pacar, apa yang kita lakukan? Mencari perhatian di jejaring sosial. Ya, kembali menunjukkan kegalauan mereka, kehampaan diri mereka di Jejaring sosial sehingga semua orang tau keadaan diri dia. Hal positifnya, dia bisa mengekspresikan perasaan dirinya tanpa ditutupi. Namun hal negatif yang terjadi adalah masalah pribadi menjadi rahasia umum.
Perasaan kehampaan ini dapat disebut juga dengan kekosongan. Kekosongan ini dapat terjadi dengan berbagai akibat dan kejadian yang berbeda-beda di setiap fase individu. Kehampaan ini dapat terjadi karena kehilangan sesuatu yang biasa terjadi dalam rutinitas dirinya. Namun hal ini biasanya sementara dan dapat bangkit kembali dengan sendirinya, namun yang harus diwaspadai adalah ketika kita merasa hampa saat dilingkungan ramai, saat kita banyak chat dengan orang-orang namun masih merasa ada yang hilang. Banyak yang tidak menyadarinya karena merasa sudah biasa memiliki perasaan seperti ini dan terus menerus. Ati-ati apabila sampai depresi yang biasa terjadi karena kehidupan yang monoton, atau tidak tau tujuan hidupnya apa, bahkan sampai merasa dirinya tidak berguna untuk lingkungan bahkan dirinya sendiri.
Apabila kehampaan yang terjadi karena putusnya hubungan seseorang dan ia ingin mengisi kehampaan tersebut dengan orang lain hal ini masih menjadi perdebatan sosial, karena bagaimana kita mengisi kehampaan tersebut dengan orang baru yang belum tentu dapat mengisi kehampaan diri kita. Kehampaan dalam diri kita harus diisi dari diri kita sendiri bukan faktor luar yang hanya memaksakan keadaan kita.
Semua proses, and grow up your feelings. Tumbuh itu dari dalam, bukan dari luar. Seseorang ga mungkin dapat tiba-tiba tumbuh menjadi pribadi yang perfect dan baik. Semua diawali dari tidak bisa menjadi bisa. Tidak punya menjadi punya dan dalam hal ini ketika lo hampa maka lo akan belajar untuk dapat tumbuh dan berkembang dari kosong menjadi ada.
Jangan merasa menjadi pribadi yang patut dikasihani karena keadaan hampa ini, tapi pikirkan cara untuk keluar dari keadaan hampa diri ini.
Elska,
V
Elska,
V
Subscribe to:
Comments (Atom)


