Daisypath Happy Birthday tickers

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers

Mengenai Saya

My Photo
Aku ya aku.. Hanya menulis disaat ingin menulis..

Friday, 18 May 2012

Hidup itu Topeng

Pernah ga sih merasa jika kita harus bermanis-manis namun hati kita ga semanis kenyataannya.
Pernah ga sih lo ga bisa ungkapin apa yang lo ingin katakan.
Pernah ga sih lo merasa ga suka sama seseorang namun ga bisa untuk bilangnya.
Pernah ga sih lo merasa ga nyaman sama seseorang namun harus menyamankan diri karena keadaan.
Pernah ga sih merasa bukan menjadi diri lo sendiri.
Pernah ga sih merasa tidak enak sehingga lo sendiri yang rugi.

Dan apa yang lo lakukan jika merasa seperti hal tersebut?

Diem.... Siiinggg.... tetap seperti itu....

Capeeee...

Jujur sama keadaan berdampak negatif,
Bohong sama diri sendiri berdampak negatif.

So?

Banyak hal dan kejadian yang membuat seseorang ingin berteriak minta tolong di dalam batinnya hanya karena cape akan keadaan yang ia lalui. Mungkin gw ga akan menceritakan hal secara spesifik, namun sebagai contoh:

  • Lo memberikan pinjaman uang sama temen lo, saat lo butuh uang tersebut namun lo ga bisa menagihnya (yang rugi siapa?diri lo sendiri. Rugi hanya karena tidak enak untuk berkata jujur)
  • Lo harus selalu terlihat rapi, baik, ceria disaat lo lagi hancur, sedih, galau (topeng, hanya topeng)
  • Lo menerima kebaikan seseorang namun pada kenyataannya lo ga nyaman akan keadaan itu (bodoh)
  • Lo membatalkan janji dengan seseorang karena ada teman yang datang ke rumah.
Mungkin pada beberapa kasus hal ini biasa, dapat dimaklumi, dapat dibawa santai, namun apabila terlalu sering dan sudah membuat lelah bagaimana??

Bagaimana dengan lo? 

Apakah hal ini dikarenakan lingkungan keluarga kita? ataukah karena memang budaya timur kita yang terlalu mendarah daging dengan diri kita?

Apakah sulit untuk berkata jujur? ataukah memang tidak berani untuk mempertahankan apa yang seharusnya dilakukan.

Kadang fenomena "tidak enakan" apakah terjadi karena seseorang tersebut tidak memiliki prinsip yang kuat? Ataukan budaya ini menjadi hal yang biasa saja di lingkungan kita sebagai orang Timur? Kapan kita bisa maju jika seperti ini terus? Kapan kita bisa memperkuat prinsip kita?

Karena jika lo ga memiliki prinsip maka lo akan goyah, ego yang mengandalkan logika sehingga akan berdampak rugi pada diri sendiri.

Seseorang yang dapat memegang prinsipnya akan lebih dapat berbangga hati, berbangga diri, dan menjadi puas akan dirinya sendiri tanpa perlu menjadi TOPENG. Pada akhirnya jika bertahan akan prinsip tersebut maka lo akan terbebas dari pribadi yang plin plan, bimbang, pengecut, lemah, dan tidak mudah untuk dimanfaatkan.

So?

Berubah atau Tidak?

Elska,

V



3 comments: