Hal paling menyenangkan adalah berkumpul sama temen-temen, ketawa-ketiwi, sedah-sedih, galau bareng dan sama-sama memecahkan masalah walaupun ga dapat dipecahkan. Semua memiliki permasalahan yang serupa namun sulit dalam mendapatkan solusi. Apa ini lingkaran setan ya? masing-masing memiliki permasalahan yang tak kunjung dapat dipecahkan. Setiap ketemu, setiap kumpul selalu yang dibicarain tentang kegalauan masing-masing walaupun cerita kegalauan ini tetep seru untuk dibahas tapi kapan kita bicarain happy ending??
Namun terkadang rumput tetangga memang lebih indah, masalah saya yang dianggep paling berat menurut saya tp menurut temen-temen saya masalah yang biasa aja dan bisa dilewatin, sedangkan masalah temen-temen saya yang menurut saya itu mudah dilewatin tp menurut mereka membutuhkan banyak pemikiran. Semua ga ada yang sempurna dan semua hanya menunggu waktu untuk menjawab kegalauan selama ini.
Kegalauan yang macem-macem, masalah yang beraneka ragam, ada yang udah diajak nikah tapi masih bingung sama masa pendidikannya yang belum selesai, ada yang udah kepengen banget nikah tapi belum diajak nikah aja, ada yang hidup dengan keragu-raguan, ada yang udah cape sama pertanyaan keluarga tentang "kapan nikah?", ada yang suka sama gebetannya, ada yang hidup dengan cinta terlarangnya, adanya perbedaan prinsip diantara pasangan, ada yang ga ditanya-tanya sama keluarga tentang pacar, ada yang belum juga ketemu jodohnya, ada juga yang masih bingung sama statusnya sekarang single or not, ada juga kebingungan sama pasangannya yang cuek udah berasa ngomomg sama patung.
Time flies very fast gils.
Ga berasa semuanya, tapi tetep sebelum memasuki fase berikutnya pasti ketemu yang namanya galau, masalah, cape, kesel. Its yout life.
Hari Minggu saya dari Bandung buru-buru ke Jakarta untuk ketemu temen-temen saya ini. Walaupun mereka memang orang Bandung, tapi kita lebih sering ketemu di Jakarta. Yang satu kerja di perusahaan Jepang dengan latar belakang Manajemen Bisnis, yang satu bekerja di perusahaan designer dengan latar belakang Hukum, yang satu masih koas di lampung demi mencapai gelar dokternya itu. Kita punya latar belakang pendidikan yang beda-beda namun otak kita serupa, serupa dalam menyingkapi masalah kegalauan. #tsah
Diawali dengan ketemu di Anomali dan saya datang terakhir, enaknya terakhir adalah mereka sudah kumpul semua jadi ga perlu ada acara saya yang nunggu. Karena di Anomali hanya sekedar minum sehingga kita lanjutkan ke Leko, berhubung semua pada laper jadi kita makan iga deh, banyak makan banyak curhat banyak ngobrol banyak foto yang pasti. Tapi tetep di dua tempat ga merubah ending ceritanya alhasil kita pindah tempat lagi ke sushi groove. Cerita kembali, makan kembali, foto-foto kembali, yang didapat kembali penenang hati dan bukan solusi. Memang sulit masalahnya atau sulit orangnya yang mengambil keputusan?
Kadang suka berpikir apakah kebahagiaan dapat dibeli dengan uang? namun hidup butuh uang, bagaimana dong? seharian ini ceritanya ngabisin duit, padahal masih awal bulan, belum lagi rencana jalan-jalan, nginep-nginepan dan biaya taxi di jakarta yang bisa selangit gara-gara macet doang. Dan semua itu harus dilewati hanya untuk sedikit kebahagiaan ketemu temen-temen, ketawa-ketawa, daripada di kosan sepi yang cuma nonton tv atau dvd doang. Kesannya seperti mengeluh hidup di ibukota gini, padahal saya senang tinggal disini tapi kebahagiaan disini harus dibayar mahal.
But its my life, roda berputar kadang seneng-seneng terus kadang sengsara terus, banyak-banyaklah bersyukur. Kadang kita berpikir kita ga memiliki apa-apa, atau melihat orang yang memiliki segalanya namun masih merasa kekurangan. Berpikirlah apa yang kita miliki, jangan berpikir apa yang tidak kita miliki.
Elska,
V



siapa yang dimaksud " ada yang udah kepengen banget nikah tapi belum diajak nikah aja" ? :))
ReplyDeletehahahaha... sapa ya??semoga pacar temen saya itu lekas sadar untuk melamar temen saya yg kepengen nikah itu.. :)
ReplyDeleteamin ya,,,DP baby duluan jg boleh koq. haha
ReplyDeletemaksudnya pasang DP bbm pake gambar baby kan??hahahaaa..boye boye..
ReplyDelete