Hey...
Setiap kondisi, situasi, masalah, kehidupan, pasti semuanya memilih ko. Semuanya baik, semuanya tidak ada yang membahayakan apabila kita memang berada di zona yang seharusnya. Namun, zona yang seharusnya tidak semuanya membuat nyaman.
Parameter kenyamana setiap orang berbeda-beda, ada yang merasa senang berada dalam lingkungan yang semuanya sibuk namun ada juga yang malah nyaman dalam lingkungan yang serba flat, sepi bahkan tidak ada yang memperhatikan. Namun, apabila kenyamanan yang sebelumnya sudah di dapat sesuai takarannya, kemudian menjadi lebih takarannya bukankah hal tersebut menjadi lebih baik? atau malah sebaliknya? Menurut orang, yang berlebih itu jelek. Namun yang berlebih itu akan memaksimalkan keadaan yang ada karena kita tidak tahu seberapa besar kadar pas seseorang. Lebih baik lebih daripada kurang kan.
Lebih dan kurang...
Tidak selamanya semua keinginan kita dapat tercapai, tidak selamanya hujan itu merugikan, tidak selamanya hati kita satu.
Sama hal nya, tidak selamanya plastik dan kertas menjadi sampah.
Namun diantara plastik dan kertas, mana yang lebih bisa berguna, lebih bisa menyenangkan dan lebih bisa dapat dipakai?
Hanya kita yang menggunakanlah yang mengetahui lebih memilih mana, karena kedua hal tersebut berguna ko.
Plastik terlihat kokoh di luar, dan akan sulit dihancurkan.
Kertas terlihat rapuh, dan mudah dihancurkan.
Plastik polimer, kertas pulpa kayu.
Ketika kita menggunakan topeng plastik di lingkungan kertas, tidak akan bisa nyaman, begitupun sebaliknya. Sehingga plastik dan kertas akan sulit disatukan karena mereka berbeda.
Jangan menyamakan kedua unsur yang memang berbeda, jangan paksakan kedua unsur dapat menjadi serupa jika memang tidak perlu untuk disamakan.
Ketika kita menjadi si plastik atau si kertas apa yang akan terjadi, apa yang akan dihasilkan, kita tidak akan tahu sebelum kita paham plastik itu apa dan kertas itu apa. Pemahaman itu akan hadir dari diri kita sendiri sesuai yang kita miliki. Apabila kita sudah memilikinya maka kita harus menentukan pilihan. Bukan ditentukan.
Semua berhak menjadi dirinya sendiri, saat ini ataupun saat esok.
Namun, jangan menutup perubahan yang baik yang terjadi di dunia luar, jika plastik dapat didaur ulang bukankah itu hal baik? Jika coretan kertas dapat dihapus kembali bukankah itu hal baik juga? janganlah hanya melihat dari satu sudut pandang saja yaitu diri sendiri, coba bayangkan jika kita menjadi dunia luar yang peduli akan diri lo? bukan malah menyerah dan tidak mau tahu atau bahkan cuek sama kenyataan. Menghilang, bahkan mundur itu belum tentu jalan yang terbaik. Namun, kita harus berpikir bagaimana dapat merasakan hal yang tidak pernah kita rasakan. Menambah suatu unsur perasaan lain yang belum kita rasakan dan keluar dari zona nyaman kita, bukan merupakan suatu kesalahan.
Biasanya, orang hanya akan melakukan saat dia nyaman saja, namun tidak semua kenyamanan dapat memberikan pelajaran yang berarti. Kita harus tahu rasanya sakit saat jatuh, maka kita akan dapat berjalan dan mendapat kenyamanan yang baru dari yang sebelumnya nyaman di dalam box tempat tidur saja.
Belajar menjadi pribadi yang baru untuk mendapatkan kenyamanan yang baru.
Elska,
V


